Imunologi Veteriner | Pengertian antigen dan contoh antigen


  
antigen imunologi veteriner
Antigen & Antibodi
      Setelah sekian bulan saya tidak menulis diblog ini (karena kesibukan dan malas tentunya), kali ini saya hanya ingin sekedar berbagi tulisan mengenai tugas imunologi veteriner mengenai antigen dan contoh-contoh dari antigen itu sendiri. Silahkan yang mau baca bisa lanjutkan ke bawah ini, lumayan untuk menambah pengetahuan kita walaupun yang akan dibagikan sebatas pengertian dan contoh dari antigennya saja...



  • ·            Apakah itu Antigen?

Antigen adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabung dengan protein-pembawa atau carrier. Antigen merupakan  zat kimia asing yang bila masuk ke dalam tubuh dapat merasangsang tubuh kita untuk menghasilkan suatu protein, yaitu imonoglobulin. Secara spesifik, antibodi dapat bereaksi terhadap antigen tersebut. Itu artinya antigen A akan bereaksi dengan antibodi A tetapi tidak akan bereaksi dengan antibodi B. Antigen juga dapat merangsang jaringan limfotik memproduksi sel-sel khusus yaitu T-limfosit.
Antigen ditemukan di permukaan seluruh sel, tetapi dalam keadaan normal, sistem kekebalan seseorang tidak bereaksi terhadap selnya sendiri. Sehingga dapat dikatakan antigen merupakan sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi.

  • ·            Sebutkan contoh dari Antigen !
Yang termasuk Antigen yaitu:
1. Protein
Kebanyakan protein adalah imunogenik dan pada umunya multideterminan univalent.

2. Hidrat arang (polisakarida)
Hidrat arang pada umumnya imunogenik.  Glikoprotein dapat menimbulkan respon imun terutama pembentukan antibodi.  Respon imun yang ditimbulkan golongan darah ABO, mempunyai sifat antigen dan spesifisitas imun yang berasal dari polisakarida pada permukaan sel darah merah. 
 
3. Lipid
Lipid biasanya tidak imunogenik, tetapi menjadi imunogenik bila diikat oleh protein carrier.  Lipid dianggap sebagai hapten, sebagai contoh adalah sphingolipid.

4. Asam nukleat
Asam nukleat tidak imunogenik, tetapi menjadi imunogenik bila diikat oleh protein carrier.  DNA dalam bentuk heliksnya biasanya tidak imunogenik. Respon imun terhadap DNA terjadi pada penderita dengan SLE.

5. Bahan-bahan  antigen lainnya, seperti: bakteri, virus, sel darah yang asing, sel-sel dari transplantasi organ dan toksin.

      Terima kasih ya, telah membaca tulisan ini, jika ada yang ditanyakan bisa komentar dikolom yang sudah disediakan. Matur Nuwun...
,

Baca Selengkapnya >>>
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...